Kehadiran plastik dalam lingkungan dan kehidupan kita menghadirkan pro dan kontra. Sebagian yang pro memandang bahwa plastik sangat praktis murah, ada di mana saja, dan keren. Sebagai contoh ketika berbelanja, platik menjadi penting peranannya karena ada brand yang menunjukkan gengsi di mana kita berbelanja. Di lingkungan sekolah, plastik dalam berbagai varian bentuk dan kegunaan menghiasi keseharian kehidupan lingkungan pembelajar ini. Yang paling sering digunakan diantaranya botol plastik kemasan air minum dan kantong plastik untuk menyimpan makanan. Ketersediaan plastik yang seolah tidak dibayar menjadikannya hadir tanpa mendapatkan perhatian khusus.

Bagi sebagian lainnya yang kontra menganggap bahwa plastik sebagai masalah, bahkan lebih ekstrimnya lagi sebagai pembawa bencana. Menurut informasi yang disebarkan melalui televisi, disiarkan bahwa ada plastik yang tidak terurai dalam 10.000 tahun. Bayangkan sepuluh ribu tahun! Oleh karenanya plastik dipandang membahayakan. Pada majalah National Geographic tahun 2017 dimuat sebuah foto yang memvisualkan sebuah kantong plastik yang mengambang di laut biru, di lengkapi dengan tulisan Planet of Plastic sebagai sindiran terhadap kelalaian manusia pada lingkungan.

Plastik apapun bentuknya sebaiknya dikurangi pemakaiannya. Harus ada usaha keras untuk itu dan harus ada yang memulai. SMAN 2 Cianjur  sebagai sekolah rujukan berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik dengan melakukan Deklarasi Gerakan Pengungaran Penggunaan Plastik bertajuk REALISTIC.

Deklarasi dilakukan setelah upacara yang dimulai oleh guru-guru yang membawa botol air minum, gelas air minum, piring dan mangkok untuk mengurangi penggunaan botol ketika berada di sekolah. Pada saat para guru membeli jus alpukat, misalnya, maka ia wajib membawa gelas sendiri.  Ketika guru membeli makanan, maka ia harus membawa piring sendiri. Gerakan ini secara perlahan akan memberikan pengaruh pada pengurangan penggunaan plastik di lingkungan sekolah. Hitungan praktisnya seperti berikut: jika 70 orang guru membeli air minum dalam kemasan botol satu kali dalam sehari, dikalikan lima hari kerja, maka akan ada 350 botol kemasan air minum yang menyumbang polusi. Dengan menggunakan botol air minum sendiri, atau membawa gelas sendiri serakan botol dan barang-barang plastik lainnya secara perlahan akan berkurang.

Gerakan Realistic ini dideklarasikan dengan mengucapkan deklarasi bersama yang berbunyi “Kami warga SMAN 2 Cianjur, siap melaksanakan gerakan REALISTIC, reduce all plastic.” Para siswa yang menyaksikan gebrakan gerakan ini dihimbau untuk mulai melakukan hal yang sama sebleum secara resmi gerakan ini harus pula dilakukan oleh seluruh para siswa.

Seperti gerakan lain yang umumnya melibatkan kesadaran, tentu saja gerakan REALISTIC yang dilakukan SMAN 2 Cianjur tidak akan berhasil jika kesadaran yang datang dari diri sendiri tidak menjadi pemicunya. Gerakan kolektif yang dicontohkan oleh guru-guru SMAN 2 Cianjur merupakan kesadaran kolektif yang bersumber dari individu-individu peduli lingkungan. Gerakan ini diharapkan menjadi virus positif yang kelak ditiru oleh para siswa juga warga SMAN 2 Cianjur pada umumnya.

Gerakan REALISTIC merupakan langkah kecil dalam mengurangi polusi lingkungan, namun merupakan langkah besar dalam aktualisasi kesadaran warga akademis terhadap lingkungannya.

sumber : Badriah, M.Pd. (Guru Bahasa Inggris SMAN 2 Cianjur)

Comments

comments

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.